Desa di Atas Awan, Desa Pagerwangi, Lembang


Desa Pagerwangi, Desa di Atas Awan
Desa Pagerwangi, Desa di Atas Awan
Desa di atas awan. Desa Pagerwangi. Punya scenery yang megah setiap pagi. Antara jam 6:30 sampe jam 7:30. Desa Yang Paling Indah di Lembang, Desa di Atas Awan Lembang, Berdiri di Atas Awan di Lembang, Tempat Wisata Yang Bagus di Lembang Yang Belum Banyak Dikunjungi Banyak Orang, Tempat Wisata di Lembang Yang Ada Pemandangan Awannya

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Febrian Djaka Putra (@bangian) on

Desa Pagerwangi. Punya scenery yang megah setiap pagi. Antara jam 6:30 sampe jam 7:30. Peta Lokasi : https://goo.gl/maps/q7J5bhCSG122

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Febrian Djaka Putra (@bangian) on

Video diambil di depan kantor Desa Pagerwangi pukul 17.30 WIB. Lokasi : https://goo.gl/maps/SMeZHQMvpJLNJ5Kk8

Autopilot DJI Spark 100% Menggunakan Aplikasi Litchi


Autopilot DJI Spark 100% Menggunakan Aplikasi Litchi, Litchi, Review DJI Spark Indonesia, Review Aplikasi Litchi, Nyobain DJI Spark Autopilot, Autopilot DJI Spark
Autopilot DJI Spark
Autopilot DJI Spark


Litchi adalah sebuah aplikasi pihak ketiga yang tersedia di Play Store untuk drone DJI. Produk-produk DJI yang bisa menggunakan aplikasi Litchi ini salah satunya adalah DJI Spark. Saya beberapa kali nonton video di Youtube, Litchi bisa membuat DJI Spark kita 100% terbang tanpa dikendalikan alias autopilot mengikut misi way points yang sebelumnya sudah kita atur.

DJI Spark bisa terbang hampir 100% akurat mengikuti peta way points yang telah kita atur. Pengaturannya pun sangat detail. Di aplikasi Litchi kita bisa mengatur kecepatan drone, ketinggian terbang drone mengikuti permukaan tanah atau mengikut ketinggian home point, pengaturan point of interest atau POI hingga arah kameranya pun bisa kita atur.

Yang lebih asiknya lagi, kalau pakai LItchi, kita bisa setting semuanya online di PC melalui https://flylitchi.com/ lalu saat kita sudah terhubung dengan drone, kita bisa langsung mendownload peta way points yang sudah kita buat sebelumnya langsung dari aplikasi kemudian menguploadnya kembali ke drone. Bener-bener simpel!

Teknologi canggih bukan tanpa celah. Ya maksudnya saya yang salah sih. Hehe. Waktu itu saya penasaran banget ingin cobain terbang mengelilingi Maribaya dari rumah saya sejauh 5.000 meter. Titik demi titik way points sudah saya atur seakurat mungkin supaya gak ada kesalahan yang bisa mengakibatkan drone jatuh atau nabrak. Tapi ternyata kesalahan masih tetap terjadi karena saya tidak memperhitungkan pohon yang saya tabrak di dalam video.

Pohon itu mungkin tingginya tidak lebih dari 30 meter. Tapi pohon tersebut berdiri di atas tebing yang dalam. Sementera di titik itu saya hanya mengatur ketinggian terbang DJI Spark setinggi 30 meter. Drone mengikuti perintah saya yang sudah saya buat di dalam peta way points. Dan ternyata drone menabrak pohon yang mungkin berdiri di atas tebing yang dalamnya lebih dari 30 meter yang tidak saya perhitungkan.

Bagaimana serunya penerbangan DJI Spark saya itu? Tonton videonya sampai selesai.

Video 60 Detik di Imah Seniman, Parompong, Bandung Barat


Video 60 Detik di Imah Seniman, Parompong, Bandung Barat, Imah Seniman Review, Review Imah Seniman, Imah Seniman Bagus Gak, Imah Seniman Horor, Imah Seniman Angker, Imah Seniman Murah, Imah Seniman Traveloka, Imah Seniman Parongpong, Imah Seniman Ada Kolam Renangnya

Berasa Air Terjun Pribadi, Men! Curug Cikaruncang, Subang, Curug Yang Masih Alami Banget!


Curug Cikaruncang,Curug Yang Masih Alami, Subang, Curug Yang Bagus di Subang, Curug di Bukanagara Subang, CUrug di Cupunagara Subang

Curug Cikaruncang
Curug Cikaruncang
Berasa Air Terjun Pribadi, Men! Curug Cikaruncang, Subang. Curug Yang Masih Alami!
Berasa Air Terjun Pribadi, Men! Curug Cikaruncang, Subang. Curug Yang Masih Alami!

 

Desa Cupunagara di Subang ini punya banyak pesona alam yang gak bosen-bosen saya eksplor. Lokasinya yang tersembunyi dan punya akses jalan yang belum bagus menjadikan desa ini gak jadi pilihan buat dikunjungi orang-orang. Selain memang banyak yang belum tau juga, kan?

Minggu, 17 Maret 2019, saya kembali ke Bukanagara. Menjelajahi sebuah lokasi air terjun alami yang tersembunyi di dalam hutan. And yes, meskipun sudah dibuatkan jalur oleh penduduk setempat, waktu itu gak ada seorang pun pengujung lain selain saya dan teman-teman saya. Asli, asik banget! Tonton videonya sampe selesai.

When Vietnamese Guy Trying To Be a Local Person | Curug Cileat


 

When Vietnamese Guy Trying To Be a Local Person Curug Cileat
When Vietnamese Guy Trying To Be a Local Person Curug Cileat

Curug Cileat, Curug Paling Tinggi di Subang, Curug Tertinggi di Subang, Curug Yang BaGus di SUbang, Curug Subang Yang Bagus, Curug Cileat Subang, Rekomendasi Tempat Wisata Yang Bagus di Subang

Akhir Februari 2019 saya kedatangan tamu dari Vietnam. Namanya Kien. Kien datang ke Lembang hanya untuk belanja sukulen dari www.kaktus.id untuk dijual kembali di Jerman oleh kakaknya. Saat tiba di Lembang, saya sedang berada di hutan menuju Curug Cileat, Subang. Chat Whatsapp darinya baru saya buka beberapa jam setelah ia tiba di www.kaktus.id. Saya memohon maaf padanya karena baru bisa membalas pesannya karena saya baru mendapatkan sinyal seluler setelah keluar dari hutan.

Membaca pesan dari saya, bukannya menganggap saya sebagai seller yang tidak profesional, ia malah kegirangan karena tahu saya akan mengajaknya jalan-jalan melihat keindahan kawasan Bandung Utara.

Singkat cerita. Seteleh beres urusan bisnis, saya mengajaknya untuk kembali lagi ke Curug Cileat. Banyak cerita seru yang tidak sempat saya rekam waktu itu karena kelelahan. Tapi di video ini, ada beberapa bagian menarik yang menurut saya cukup asik dijadikan video vlog.

Btw, the scene when he drinks the water, he the first who said the water is sweet. So i ask him to say : “Hmm.. Ada manis-manisnya”.

Saking jernihnya air-air yang mengalir di kawasan Curug Cileat, airnya ada rasa manis-manisnya persis seperti air Le Minerale. Haha.